Aspek-Aspek Hukum Adat Banjar dalam Kehidupan Bermasyarakat: Relevansi dan Penerapan
Keywords:
Banjar Customary Law, Community Life, Relevance, ApplicationAbstract
This journal examines aspects of banjar customary law in social life, which is an integral part of the legal system in Indonesia, especially in South Kalimantan. Unwritten Banjar customary law reflects cultural values and traditions of the local community, and is rooted in social norms and Islamic teachings. Social norms and Islamic teachings. This research aims to explore the application of Banjar customary law in various aspects of life, including marriage, inheritance and conflict resolution. Through a qualitative research method that relies on literature sources, it is found that Banjar customary law is still relevant and respected in the modern context despite facing challenges from modernization and integration with state law. The results research shows that Banjar customary law functions as a moral and social guidelines that maintain harmony in society. Aspects such as marriage procedures that involve family deliberation, inheritance distribution that pays attention to sharia principles, as well as dispute resolution through customary mediation. sharia principles, as well as dispute resolution through customary mediation, reflect the values of justice and togetherness. However, challenges such as erosion of local culture and the influence of modernization threaten the sustainability of customary law. Therefore, it is important to understand the dynamics of Banjar customary law in the context of social change in order to maintain the cultural identity of the Banjar community in the midst of globalization.
References
Ahdiyatul Hidayah. (2022). Pembagian Harta Waris Menurut Adat Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 16(6).
Ahmad Jumaidi. (t.t.). Hukum Waris Adat Banjar. Hakim Pengadilan Agama Kandangangan.
Ahmadi Hasan. (2012). Adat Badamai Menurut Undang-Undang Sultan Adam dan Implementasinya Pada Masyarakat Banjar Pada Masa Mendatang. AL-BANJARI, 11(1).
Ahmadi Hasan. (2015). Adat Badamai (Penyelesaian Sengketa) pada Masyarakat Banjar di Kaliamantan Selatan. UIN Antasari Banjarmasin. https://fs.uin-antasari.ac.id/adat-badamai-pada-masyaraakat-banjar/
Arief. (2023, Maret 11). 7 Upacara Adat di Kalsel. https://radarbanjarmasin.jawapos.com/banuapedia/1973155539/7-upacara-adat-di-kalsel
Dian Novida Rahmi, Suciati, & Anindya Bidasari. (2021). Implementasi Mengenai Pembagian Harta Warisan Menurut Kompilasi Hukum Islam di Masyarakat Hukum Adat Banjar. Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 1(1).
Elly Ermawati. (2024). Tradisi Barambangan Dalam Masyarakat Banjar. https://rri.co.id/features/529739/tradisi-barambangan-dalam-masyarakat-banjar
Erkham Maskuri & Difa Azri Aufa. (2022). Hukum Kewarisan Masyarakat Adat Banjar Dalam Perspektif As-Sulh. Al-’Adalah : Jurnal Syariah dan Hukum Islam, 7(22).
Gusti Muzainah. (2014). Prinsip Hukum Kedudukan Perempuan Dalam Hukum Waris Adat Masyarakat Banjar. Mu’adalah Jurnal Studi Gender dan Anak, 11(1).
Gusti Muzainah. (2016). Asas Kemanfaatan Tentang Kedudukan Perempuan dalam Hukum Waris Adat Masyarakat Banjar. Pustaka Akademika.
Gusti Muzainah. (2019). Baantar Jujuran Dalam Perkawinan Adat Masyarakat Banjar. Jurnal Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 5(2).
Hayatun Nisa. (2023). Baantar Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya. Seri Publikasi Pembelajaran, 1(1).
kny. (t.t.). Hukum Adat Kalimantan: Pengertian dan Contoh-contohnya. https://news.detik.com/berita/d-6011918/hukum-adat-kalimantan-pengertian-dan-contoh-contohnya
Muhammad Ekha Nazaruddi. (2019). Pandangan Masyarakat Terhadap Tradisi Maantar Jujuran (Studi Kasus di Desa Pematang Panjang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan) [IAIN Kediri]. https://etheses.iainkediri.ac.id/1051/
Ningrum Ambarsari & Adwin Tista. (2022). Eksistensi Masyarakat Adat Di Kabupaten Banjar. Badamai Law Journal, 7(2).
Sigit Sapto Nugroho, Anik Tri Haryani, & Farkhani. (2020). Metodologi Riset Hukum. Oese Pustaka.
Suriyaman Masturi Pide. (2014). Hukum Adat Dahalu, Kini, dan Akan Datang. Kencana.







